Sabtu, 15 April 2017

Biografi Jenderal Ahmad Yani

Tokoh satu ini terkenal sebagai salah satu pahlawan Revolusi Indonesia. Jenderal TNI Anumerta Achmad Yani lahir di Purworejo, 19 Juni 1922 dan wafat di Lubang Buaya, Jakarta, 1 Oktober 1965.  Pendidikan formal diawalinya di HIS (setingkat Sekolah Dasar) Bogor, yang diselesaikannya pada tahun 1935. Kemudian ia melanjutkan sekolahnya ke MULO (setingkat Sekolah Menegah Pertama) kelas B Afd. Bogor. Dari sana ia tamat pada tahun 1938, selanjutnya ia masuk ke AMS (setingkat Sekolah Menengah Umum) bagian B Afd. Jakarta. Sekolah ini dijalaninya hanya sampai kelas dua, sehubungan dengan adanya milisi yang diumumkan oleh Pemerintah Hindia Belanda.


Achmad Yani kemudian mengikuti pendidikan militer pada Dinas Topografi Militer di Malang dan secara lebih intensif di Bogor. Dari sana ia mengawali karir militernya dengan pangkat Sersan. Kemudian setelah tahun 1942 yakni setelah pendudukan Jepang di Indonesia, ia juga mengikuti pendidikan Heiho di Magelang dan selanjutnya masuk tentara Pembela Tanah Air (PETA) di Bogor.

Berbagai prestasi pernah diraihnya pada masa perang kemerdekaan. Achmad Yani berhasil menyita senjata Jepang di Magelang. Setelah Tentara Keamanan Rakyat (TKR) terbentuk, ia diangkat menjadi Komandan TKR Purwokerto. ketika Agresi Militer Pertama Belanda terjadi, pasukan Achmad Yani yang beroperasi di daerah Pingit berhasil menahan serangan Belanda di daerah tersebut. Maka saat Agresi Militer Kedua Belanda terjadi, ia dipercayakan memegang jabatan sebagai Komandan Wehrkreise II yang meliputi daerah pertahanan Kedu. Setelah Indonesia mendapat pengakuan kedaulatan, ia diserahi tugas untuk melawan DI/TII (Darul Islam/Tentara Islam Indonesia) yang membuat kekacauan di daerah Jawa Tengah. Ketika itu dibentuk pasukan Banteng Raiders yang diberi latihan khusus hingga pasukan DI/TII pun berhasil dikalahkan. Seusai penumpasan DI/TII tersebut, ia kembali ke Staf Angkatan Darat.

Pada tahun 1955, Achmad Yani disekolahkan pada

Advertisement

Command and General Staff College di Fort Leaven Worth, Kansas, USA selama sembilan bulan. Pada tahun 1956, ia juga mengikuti pendidikan selama dua bulan pada Spesial Warfare Course di Inggris. Tahun 1958 saat pemberontakan PRRI terjadi di Sumatera Barat, Achmad Yani yang masih berpangkat Kolonel diangkat menjadi Komandan Komando Operasi 17 Agustus untuk memimpin penumpasan pemberontakan PRRI dan berhasil menumpasnya. Hingga pada tahun 1962, ia diangkat menjadi Menteri/Panglima Angkatan Darat.

Achmad Yani selalu berbeda paham dengan PKI (Partai Komunis Indonesia). Ia menolak keinginan PKI untuk membentuk Angkatan Kelima yang terdiri dari buruh dan tani yang dipersenjatai. Oleh karena itu, ia menjadi salah satu target PKI yang diculik dan dibunuh di antara tujuh petinggi TNI Angkatan Darat melalui Pemberontakan G30S/PKI (Gerakan Tiga Puluh September/PKI). Achmad Yani ditembak di depan kamar tidurnya pada tanggal 1 Oktober 1965 (dinihari). Jenazahnya kemudian ditemukan di Lubang Buaya, Jakarta Timur dan dimakamkan secara layak di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan. Achmad Yani gugur sebagai Pahlawan Revolusi. Pangkat sebelumnya sebagai Letnan Jenderal dinaikkan satu tingkat (sebagai penghargaan) menjadi Jenderal. Biografiku.com

Biodata Jenderal Ahmad Yani
Nama : Ahmad Yani

Riwayat hidup :
HIS (setingkat SD) Bogor, tamat tahun 1935MULO (setingkat SMP) kelas B Afd. Bogor, tamat tahun 1938AMS (setingkat SMU) bagian B Afd. Jakarta, berhenti tahun 1940Pendidikan Militer :
Pendidikan militer pada Dinas Topografi Militer di MalangPendidikan Heiho di MagelangTentara Pembela Tanah Air (PETA) di BogorCommand and General Staf College di Fort Leaven Worth, Kansas, USA, tahun 1955Spesial Warfare Course di Inggris, tahun 1956Riwayat Karir
Jabatan terakhir : Menteri Panglima Angkatan Darat (Men/Pangad) sejak tahun 1962
Bintang Kehormatan :
Bintang RI Kelas IIBintang SaktiBintang GerilyaBintang Sewindu Kemerdekaan I dan IISatyalancana Kesetyaan VII, XVISatyalancana G:O.M. I dan VISatyalancana Sapta Marga (PRRI)Satyalancana Irian Barat (Trikora)Ordenon Narodne Armije II Reda Yugoslavia (1958)Tanda Penghormatan : Pahlawan Revolusi

Rabu, 12 April 2017

resep kue nastar

RESEP KUE NASTAR

Bahan :

– 100 gram keju cheddar

– 100 gram gula halus

– 50 gram kismis

– 4 butir kuning telur

– 2 butir kuning telur untuk olesan

– 1 bungkus vanili

– 1 potong kecil kayu manis

– ½ kg tepung terigu

– ½ kg mentega butter atau margarin

Bahan Selai :

– 300 gram gula pasir

– 1 buah nanas

Cara Membuat Selai Nanas :

Kupas nanas, cuci bersih, lalu parut
Setelah itu masukkan gula pasir, masak hingga matang dan kental
Dinginkan hingga bisa dibulatkan kecil-kecil

Cara Membuat Adonan :

Siapkan loyang yang telah dioleskan margarin terlebih dahulu, sisihkanKocok 4 kuning telur, kemudian campurkan gula halus dan mentega hingga mengembang. Setelah itu masukkan parutan keju, tepung terigu dan vanili.Aduk hingga adonan bisa dibentuk atau dibulatkan.

Cara Membuat Kue Nastar :

Bulatkan adonan seukuran bola pingpong, kemudian masukkan bulatan selai ke dalamnya, tutup rapat hingga menutupi selai tadi.
Setelah itu oleskan permukaan kue dengan kuning telur, kemudian potong kismis menjadi 4 bagian kecil, letakkan sepotong kismis di atas kue.
Lalu susun kue nastar di atas loyang, masukkan ke dalam oven, panggang hingga matang atau berwarna kecoklatan.
Angkat dan dinginkan
Kue nastar siap untuk dihidangkan.

Minggu, 09 April 2017

Manfaat jeruk nipis

Berikut 5 khasiat manfaat luarbiasa dari jeruk nipis bagi kesehatan Anda 1. Baik untuk kesehatan wanita Jenis jeruk yang asam ini mengandung kalsium dan asam folat, yaitu dua nutrisi yang sangat dibutuhkan oleh wanita usia subur dan wanita pasca menopouse. Satu buah jeruk nipis segar mengandung sekitar 22 miligram kalsium dan lebih dari lima mikrogram folat, walaupun rata-rata ukuran jeruk nipis lebih kecil dari jenis jeruk lainnya.Baca juga : Buah dan sayuran yang mengandung asam folat tinggi 2. Mencegah tanda penuaan Kulit jeruk nipis bisa mencegah penuaan kulit, karena mengandung zat yang menghambat produksi melanin. Dengan berjalannya usia dan paparan sinar UV, melanin(pigmen yang memberikan kulit) bisa mengumpul dan terlihat sebagai bintik-bintik pada kulit. Mengobati kulit menggunakan masker dengan potongan kulit jeruk nipis di dalamnya bisa mengurangi masalah hiperpigmentasi ini . 3. Anti karsinogenik. Senyawa limonoid yang terdapat dalam jeruk nipis telah terbukti bisa mencegah kanker colon dan kanker darah. Walaupun mekanisme yang tepat tidak diketahui, namun para ilmuwan telah meneliti bahwa limonoid adalah zat antioksidan, yang bisa mematikan sel kanker. Limonoid aktif lebih lama didalam aliran darah untuk membersihkan radikal bebas daripada teh hijau  4. Mencegah pembentukan batu ginjal . Air jeruk nipis segar mengandung asam sitrat yang kualitasnya lebih bagus daripada jus jeruk atau jeruk biasa. Asam sitrat merupakan inhibitor alami batu ginjal, yang terbentuk dari kalsium yang mengkristal. Untuk memperoleh manfaat yang maksimal, peras jeruk nipis kedalam air hangat untuk diminum. 5. Menurunkan kolesterol. Jeruk nipis mengandung jenis antioksidan kuat yang disebut dengan flavonoid, merupakan zat paling banyak ditemukan. Flavonoid juga dikenal sebagai hesperidin, yang telah terbukti menurunkan kolesterol dan kadar trigliserida pada hewan yang diberi kolesterol. Maksimalkan asupan hesperidin dari jeruk nipis untuk menurunkan kolesterol dari perasan air jeruk yang masih segar. Demikian beberapa manfaat jeruk nipis yang paling utama bagi kesehatan Anda. Jadi, jangan buang ketika Anda diberi jeruk nipis untuk makanan Anda, yang biasa diberikan untuk menu hidangan tertentu dirumah makan langganan anda

Cara Membuat Brownies

RESEP BROWNIES

Resep Brownies Coklat

Bahan :

– 200 gram mentega

– 200 gram dark cooking chocolate

– 150 gram gula pasir halus

– 120 gram tepung terigu

– 100 gram kacang almond, panggang, cincang

– 100 gram kacang almond, iris tipis

– 3 butir telur

– 1/2 sendok teh garam

Cara Membuat :

Lelehkan mentega, kemudian masukkan dark cooking chocolate, aduk hingga coklat meleleh.Masukkan gula pasir halus, aduk rata sampai gula larut. Kemudian tambahkan telur, kocok hingga rata. Masukkan tepung terigu sedikit demi sedikit, aduk rata.Setelah itu tambahkan cincangan kacang almond, aduk rata.Tuang adonan ke dalam loyang berukuran 20x20x4 cm yang telah diolesi margarin dan dialasi dengan kertas roti terlebih dahulu. Lalu taburi bagian atas adonan dengan irisan kacang almond.Panggang ke dalam oven dengan suhu 180 derajat celcius selama 45 menit atau hingga matang. Angkat dan dinginkan.Potong-potong brownies menurut selera.Brownies coklat panggang siap untuk dihidangkan.

Sabtu, 08 April 2017

Biografi Jenderal Sudirman

Jenderal Sudirman Dikenal sebagai salah satu pahlawan Indonesia, jasa-jasanya sangat dikenang dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Jenderal Besar Soedirman menurut Ejaan Soewandi dibaca Sudirman, Ia merupakan salah satu orang yang memperoleh pangkat bintang lima selain Soeharto dan A.H Nasution. Jenderal besar Indonesia ini lahir di Bodas Karangjati, Rembang, Purbalingga, 24 Januari 1916. Ayahnya bernama Karsid Kartawiuraji dan ibunya bernama Siyem. Namun ia lebih banyak tinggal bersama pamannya yang bernama Raden Cokrosunaryo setelah diadopsi. Ketika Sudirman pindah ke Cilacap di tahun 1916, ia bergabung dengan organisasi Islam Muhammadiyah dan menjadi siswa yang rajin serta aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler.

Kemampuannya dalam memimpin dan berorganisasi serta ketaatan dalam Islam menjadikan ia dihormati oleh masyarakat. Jenderal Sudirman merupakan salah satu tokoh besar di antara sedikit orang lainnya yang pernah dilahirkan oleh suatu revolusi. Saat usianya masih 31 tahun ia sudah menjadi seorang jenderal.

Meski menderita sakit paru-paru yang parah, ia tetap bergerilya melawan Belanda. Ia berlatar belakang seorang guru HIS Muhammadiyah di Cilacap dan giat di kepanduan Hizbul Wathan.

Profil dan Biografi Jendral Besar Sudirman
Ketika pendudukan Jepang, ia masuk tentara Pembela Tanah Air (Peta) di Bogor yang begitu tamat pendidikan, langsung menjadi Komandan Batalyon di Kroya. Menjadi Panglima Divisi V/Banyumas sesudah TKR terbentuk, dan akhirnya terpilih menjadi Panglima Angkatan Perang Republik Indonesia (Panglima TNI).

Ia merupakan Pahlawan Pembela Kemerdekaan yang tidak perduli pada keadaan dirinya sendiri demi mempertahankan Republik Indonesia yang dicintainya. Ia tercatat sebagai Panglima sekaligus Jenderal pertama dan termuda Republik ini.

Sudirman merupakan salah satu pejuang dan pemimpin teladan bangsa ini. Pribadinya teguh pada prinsip dan keyakinan, selalu mengedepankan kepentingan masyarakat banyak dan bangsa di atas kepentingan pribadinya. Ia selalu konsisten dan konsekuen dalam membela kepentingan tanah air, bangsa, dan negara.

Hal ini boleh dilihat ketika Agresi Militer II Belanda. Ia yang dalam keadaan lemah karena sakit tetap bertekad ikut terjun bergerilya walaupun harus ditandu. Dalam keadaan sakit, ia memimpin dan memberi semangat pada prajuritnya untuk melakukan perlawanan terhadap Belanda. Itulah sebabnya kenapa ia disebutkan merupakan salah satu tokoh besar yang dilahirkan oleh revolusi negeri ini.

Sudirman yang dilahirkan di Bodas Karangjati, Purbalingga, 24 Januari 1916, ini memperoleh pendidikan formal dari Sekolah Taman Siswa, sebuah sekolah yang terkenal berjiwa nasional yang tinggi. Kemudian ia melanjut ke HIK (sekolah guru) Muhammadiyah, Solo tapi tidak sampai tamat.

Sudirman muda yang terkenal disiplin dan giat di organisasi Pramuka Hizbul Wathan ini kemudian menjadi guru di sekolah HIS Muhammadiyah di Cilacap. Kedisiplinan, jiwa pendidik dan kepanduan itulah kemudian bekal pribadinya hingga bisa menjadi pemimpin tertinggi Angkatan Perang.

Sementara pendidikan militer diawalinya dengan mengikuti pendidikan tentara Pembela Tanah Air (Peta) di Bogor. Setelah selesai pendidikan, ia diangkat menjadi Komandan Batalyon di Kroya.

Ketika itu, pria yang memiliki sikap tegas ini sering memprotes tindakan tentara Jepang yang berbuat

Biografi B.J. Habibie

Banyak orang mencari mengenai kisah, profil atau biografi singkat B.J Habibie. Dia adalah salah satu tokoh panutan dan menjadi kebanggaan bagi banyak orang di Indonesia dan juga Presiden ketiga Republik Indonesia, dialah Prof. DR (HC). Ing. Dr. Sc. Mult.Bacharuddin Jusuf Habibie dilahirkan di Pare-Pare, Sulawesi Selatan, pada tanggal 25 Juni 1936. Beliau merupakan anak keempat dari delapan bersaudara, pasangan Alwi Abdul Jalil Habibie dan RA. Tuti Marini Puspowardojo. Habibie yang menikah dengan Hasri Ainun Habibie pada tanggal 12 Mei 1962 ini dikaruniai dua orang putra yaitu Ilham Akbar dan Thareq Kemal. Masa kecil Habibie dilalui bersama saudara-saudaranya di Pare-Pare, Sulawesi Selatan. Sifat tegas berpegang pada prinsip telah ditunjukkan Habibie sejak kanak-kanak.

Habibie yang punya kegemaran menunggang kuda dan membaca ini dikenal sangat cerdas ketika masih menduduki sekolah dasar, namun ia harus kehilangan bapaknya yang meninggal dunia pada 3 September 1950 karena terkena serangan jantung saat ia sedang shalat Isya.

Tak lama setelah ayahnya meninggal, Ibunya kemudian menjual rumah dan kendaraannya dan pindah ke Bandung bersama Habibie, sepeninggal ayahnya, ibunya membanting tulang membiayai kehidupan anak-anaknya terutama Habibie.

Karena kemauan untuk belajar Habibie kemudian menuntut ilmu di Gouvernments Middlebare School. Di SMA, beliau mulai tampak menonjol prestasinya, terutama dalam pelajaran-pelajaran eksakta. Habibie menjadi sosok favorit di sekolahnya.

Masuk ITB dan Kuliah di Jerman
Karena kecerdasannya, Setelah tamat SMA di bandung tahun 1954, beliau masuk di ITB (Institut Teknologi Bandung), Ia tidak sampai selesai disana karena beliau mendapatkan beasiswa dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk melanjutkan kuliahnya di Jerman, karena mengingat pesan Bung Karno tentang pentingnya Dirgantara dan penerbangan bagi Indonesia maka ia memilih jurusan Teknik Penerbangan dengan spesialisasi Konstruksi pesawat terbang di Rhein Westfalen Aachen Technische Hochschule (RWTH).

Ketika sampai di Jerman, beliau sudah bertekad untuk sunguh-sungguh dirantau dan harus sukses, dengan mengingat jerih payah ibunya yang membiayai kuliah dan kehidupannya sehari-hari. Beberapa tahun kemudian, pada tahun 1955 di Aachean, 99% mahasiswa Indonesia yang belajar di sana diberikan beasiswa penuh. Hanya beliaulah yang memiliki paspor hijau atau swasta dari pada teman-temannya yang lain.

Musim liburan bukan liburan bagi beliau justru kesempatan emas yang harus diisi dengan ujian dan mencari uang untuk membeli buku. Sehabis masa libur, semua kegiatan disampingkan kecuali belajar. Berbeda dengan teman-temannya yang lain, mereka; lebih banyak menggunakan waktu liburan musim panas untuk bekerja, mencari pengalaman dan uang tanpa mengikuti ujian.
B.J Habibie ketika Memberikan CeramahBeliau mendapat gelar Diploma Ing, dari Technische Hochschule, Jerman tahun 1960 dengan predikat Cumlaude (Sempurna) dengan nilai rata-rata 9,5, Dengan gelar insinyur, beliau mendaftar diri untuk bekerja di Firma Talbot, sebuah industri kereta api Jerman.

Pada saat itu Firma Talbot membutuhkan sebuah wagon yang bervolume besar untuk mengangkut barang-barang yang ringan tapi volumenya besar. Talbot membutuhkan 1000 wagon. Mendapat persoalan seperti itu, Habibie mencoba mengaplikasikan cara-cara kontruksi membuat sayap pesawat terbang yang ia terapkan pada wagon dan akhirnya berhasil.

Setelah itu beliau kemudian melanjutkan studinya untuk gelar Doktor di Technische Hochschule Die Facultaet Fuer Maschinenwesen Aachean kemudian Habibie menikah pada tahun 1962 dengan Hasri Ainun Habibie yang kemudian diboyong ke Jerman, hidupnya makin keras, di pagi-pagi sekali Habibie terkadang harus berjalan kaki cepat ke tempat kerjanya yang jauh untuk menghemat kebutuhan hidupnya kemudian pulang pada malam hari dan belajar untuk kuliahnya.

Istrinya Nyonya Hasri Ainun Habibie harus mengantri di tempat pencucian umum untuk mencuci baju untuk menghemat kebutuhan hidup keluarga. Pada tahun 1965 Habibie mendapatkan gelar Dr. Ingenieur dengan penilaian summa cumlaude (Sangat sempurna) dengan nilai rata-rata 10 dari Technische Hochschule Die Facultaet Fuer Maschinenwesen Aachean.